Fenomena Lokal

Untuk memprakirakan cuaca tidak cukup hanya memperhatikan parameter cuaca dalam skala regional, pengaruh angin darat atau laut dan angin gunung atau lembah perlu diperhitungkan dalam membuat prakiraan cuaca harian. Selain itu diperlukan juga faktor konvektivitasnya, pada skala lokal ini dipakai untuk mengetahui daerah pertumbuhan awan vertikal. Wilson dan Scoggins ( 1976 ) mengatakan, “seorang ahli cuaca harus memperhatikan indeks labilitas udara untuk memahami pola cuaca konvektif”,

Jika udara dalam keadaan labil maka kecenderungannya udara cukup lembab sebaliknya jika udara stabil kecenderungannya udara tidak begitu lembab. Faktor lain yang harus diperhatikan adalah topografi daerah, topografi ini diperlukan untuk mengetahui keadaan cuaca yang terjadi, suatu wilayah yang terletak dipantai dengan pedalaman akan berbeda keadaan cuacanya, untuk wilayah pegunungan juga berbeda.

Biasanya wilayah yang dekat dengan pantai hujan akan sering terjadi pada pagi hari atau siang hari, sementara untuk wilayah pedalaman kejadian hujan biasanya terjadi pada siang atau sore hari.

Faktor-faktor lokal yang dipergunakan untuk mempertimbangkan keadaan cuaca antara lain :

  • Angin laut dan darat
  • Angin Pegunungan dan Lembah
  • Konvektivitas dan stabilitas atmosfer yang dapat dipantau melalui data hasil pengamatan radiosonde.

Summary

Yang termasuk dalam fenomena global antara lain : La Nina dan El Nino, Dipole Mode; Fenomena regional antara lain : Monsoon, Gangguan Tropis, dan Intertropical Cinvergence (ITCZ); Sedang fenomena lokal antara lain : Angin laut dan Angin darat, Angin Pegunungan dan lembah, Konvektivitas dan Stabilitas atmosfer.